Laptop Lenovo S210 Saya Rusak Gegara Ini!

2 tahun yang lalu di penghujung 2015, laptop lenovo saya dengan seri S210 akhirnya koma. Berbulan-bulan hingga mencapai tahunan akhirnya tidak pernah digunakan lagi hingga artikel ini diterbitkan. Troublenya adalah layar monitor netbook saya tersebut tiba-tiba mati dan tidak mau hidup lagi.

Dari berbagai informasi yang saya peroleh, salah satu penyebabnya adalah karena terlalu seringnya di Sleep. Tak sungkan hingga mencapai 1 mingguan saya melakukannya. Dan itu berlangsung selama berbulan-bulan.

Padahal waktu itu sedang semangatnya ngerjain skripsi. Sudah hampir bab 4 lagi. Tak ada backup sedikitpun. Walhasil, ketik ulang bab-bab sebelumnya yang sudah di print.

Saya tidak bisa memastikan kalau penyebab utamanya adalah sleep tersebut berpengaruh langsung pada perangkat keras didalamnya. Baiknya tanyakan langsung ke teknisi berpengalaman.

Di penghujung tahun 2017 ini, setelah 2 tahun didiamkan di kontrakan. Akhirnya baru ada niat untuk memperbaikinya. Duh, lamanya tong!

Gegara terlalu lama disimpan tanpa ada perbaikan sama sekali, ternyata hardware lainnya pun ikut mengalami kerusakan selain permasalahan awal yang mempengaruhi layar monitor.

Motherboard-nya ikut rusak, sementara biaya perbaikannya mencapai 700 ribu Rupiah. Akhirnya, saya urungkan karena terlalu mahal. Laptopnya saja cuma 2 juta tahun 2015. Kalau saya memutuskan untuk membeli laptop bekas dengan merk dan tipe yang sama, paling mahal 1 jt mungkin sudah dapat. Lagi-lagi gak jadi lagi di-repair. Dalam pikiran saya, mending hardisk internalnya saya copot. Paling beli hardisk case untuk menjadikannya sebagai hardisk eksternal. Harganya juga cuman 65 ribu.

Akhirnya beli obeng lagi dan secepat mungkin membongkar bagian dalam laptop untuk ngambil hardisknya. Setelah itu, minta bantuan teman untuk ngantar saya ke JogjaTronik buat beli hardisk case-nya.

Setiba disana, langsung menuju toko si penjual di lantai 3. Namun, sampai dua casing yang di ujicoba, eehhhh malah gak ada satupun yang bisa terhubung di laptopnya si penjual. Nampaknya memang hardisknya juga udah kena, nih. Dan, memang penjualnya pun mengatakan hal yang sama.

Lengkap sudah! Monitor off + Motherboard off + Hardisk off = Beli laptop baru bagi yang mampu.

Kalau memang benar. Padahal masalahnya cuman satu tok. Sering di sleep. Mungkin karena saya malas juga. Yah, gimana lagi. Waktu itu belum ada duit.

Jadi, bagi yang lain. Kalau memang gak begitu memungkinkan, silahkan di sleep laptopnya tapi jangan dalam waktu yang lama seperti yang saya lakukan. Sederhana tapi kalau dilakukan, gak bakalan ngeluarin dana lebih untuk memperbaikinya seperti yang sedang saya hadapi sekarang.

Sekian curhat dari saya.

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon