Tentang "Harga Teman" dalam Bisnis, kok Bisa Ya?

Entah bagaimana sejarahnya istilah "harga teman" ini, sering sekali saya dengar dan alami. Istilah tersebut merujuk pada tujuan bahwa orang yang sudah lama mengenal kita (temanan) mengharapkan adanya pengurangan harga pada barang yang kita jual. Ironisnya, terkadang menjerumus pada sesuatu yang kita berikan secara gratis. Entah akan ada timbal baliknya atau tidak.

Terserah kalau mau dilakukan.

Cuman ya, saya kemudian merasa tidak adil ke teman yang lainnya yang tidak melakukan ini dan juga pembeli. Bisa jadi, nanti satu barang akan ada 2 atau 3 harganya.

Tapi ya, mungkin akan tetap ada orang-orang yang demikian. Gak punah sama sekali. Padahal kalau dipikir-pikir ya, yang namanya teman bukannya malah seharusnya memberikan kita lebih dari harga yang ada? Kan itu salah satu cara untuk mendukung kenalan kita sendiri. Harga barangnya seribu, coba kasihkan saja 1.200. Nah, itu ente benar-benar membantu teman.

Kalau memang lagi kekurangan, menggunakan harga teman mungkin boleh saja. Bahkan digratiskan juga tidak masalah. Tapi, apa iya isi dompetnya kering sama sekali atau sampai gak bisa beli makan!?

Jika kita sering melakukan ini, waspadalah. Karena itu mentalnya orang-orang yang kalah. Masih mampu tapi malah ngurangin rejeki orang. Katanya teman.

Satu hal lagi. Istilah ini itu sepertinya sangat berbeda ya dengan melakukan tawar menawar. Karena dalam istilah tersebut, lagi-lagi pertemanan itu di salah gunakan. Mohon maaf kalau saya keliru, tapi yah memang begitu kenyataannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini