Enaknya Punya Blog Gado-Gado Meskipun yang Gratisan

Kalau diklasifikasikan dalam bentuk kategori, entah ada berapa jenis blog yang ada di dunia ini. Namun, sepanjang yang saya ketahui, saat ini hanya ada 2 yaitu blog gado-gado dan niche blog.

Manfaat blog gado-gado

Blog gado-gado sendiri mungkin namanya bersumber dari kuliner khas Indonesia yang disajikan dengan berbagai campuran. Mungkin loh ya. Hingga pada penyajian kontennya pun bisa lebih beragam. Hari ini menulis tentang pengaruh jumlah artikel terhadap pengunjung blog, besoknya mempublikasikan cara memutihkan ketiak. Gak karuan pokoknya. Terlebih, semua perencanaan konten yang akan diterbitkan terserah dari pengelola dan pemilik blog tersebut.

Awalnya, saya berpikir bahwa blog semacam ini kok mirip ya dengan portal berita. Tapi ternyata sangat jauh berbeda, apalagi kalau sampai berbicara mengenai dunia jurnalistik.

Untuk blog ini sendiri pun, memang kontennya ya campuran. Apalagi lebih kepada sharing pengetahuan, informasi, dan pengalaman pribadi tentang banyak hal. Yang tentunya semua tergantung selera apakah akan menerbitkan tulisan yang sedang ada di draft atau tidak.

Berbeda dengan niche blog yang justru sebaliknya, yang bertahan hanya pada satu tema pembahasan tertentu. Misalnya tentang rumah. Postingannya pasti berkaitan dengan rumah semua. Entah interior dan eksteriornya serta hal terkait lainnya. Bahkan, ada juga yang sampai disebut sebagai micro niche yang khusus membahas hal yang lebih spesifik lagi. Misalnya sofa rumah. Jadi, postingannya ya gak mungkin akan membahas tentang kamar mandi dalam rumah. Kecuali kalau memang berkaitan dan entah bagaimana caranya.

Blog gado-gado sendiri memiliki keunggulan pada frekuensi postingan. Biasanya lebih sering di update dibanding yang selainnya. Hal ini disebabkan karena si empunya bisa secara bebas mengekspresikan isi hati dan pikirannya tanpa harus dibatasi oleh satu tema pembahasan. Kontennya bisa apa saja. Mau menulis tentang cara kentut yang elegan pun bebas. Tak banyak batasan selain aturan tertentu seperti pihak mesin pencari sekelas Google yang lebih mengutamakan pengguna. Namun biasanya memang melarang publikasi konten yang melanggar Undang-Undang atau aturan negara yang bersangkutan yang tentunya bisa merusak atau bahkan merugikan.

Jika ada yang memiliki niche blog, mungkin sebaiknya juga mempertimbangkan untuk membangun blog gado-gado ini. Meskipun ini opsional, tapi bisa saja akan sangat membantu untuk sejenak "menghibur diri" jika tetap ingin belajar menulis. Apalagi kalau sedang ngeblank menggarap niche blog karena kehabisan ide menulis di blog tersebut.

Cara ini juga bisa sedikit mengalihkan aktivitas sosial media yang biasanya cuman gitu-gitu aja. Kalau berbisnis disana tak masalah, tapi kalau cuman kepoin mantan di sosial medianya, sepertinya waktu akan terbuang percuma dengan cara yang "menyakitkan". Hohoho.

Atau daripada buat status panjang-panjang di facebook, mending jadikan postingan saja meskipun cuma sekedar 1 kalimat. Toh kalau mau diubah, masih ada langkah selanjutnya yaitu pengeditan.

Dari gado-gado yang awalnya iseng menggunakan platform blog gratis, bisa jadi kedepannya malah lebih berkembang karena tulisan-tulisan menarik Anda berhasil mendapatkan banyak pengunjung dan juga pembaca setia. Mungkin juga malah akan mempertimbangkan untuk membeli domain baru karena ingin lebih serius lagi. Harapannya sih, kalau bisa membuka prospek bisnis baru di masa depan, kenapa tidak?

Apalagi sudah sangat banyak jaringan periklanan online yang menerima penayang meskipun menggunakan blog gratisan.

Tapi, untuk hal ini mungkin dilewati saja dulu. Yang penting adalah sejauh mana kita mampu menyajikan konten yang mungkin menarik dan berguna bagi pembaca ketika mengakses blog gado-gado.

Semua pilihan ada di tangan Anda mau mengelola jenis blog yang mana. Setidaknya, memiliki satu saja sepertinya akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi, saya tidak mewajibkan ke semua orang ya.

Bagaimana menurut Anda?

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon