Aplikasi Mozilla Firefox Android Sangat Lambat

Beberapa minggu yang lalu, saya memutuskan untuk memasang mozilla sebagai salah satu browser di hp Android saya. Hingga saat ini, apk tersebut masih bertengger manja di ponsel pintar yang telah saya beli sejak 2 tahun yang lalu ini. Browser ini sebenarnya bukanlah barang baru. Beberapa nama besar yang bergelut di dunia perselancaran online lainnya juga seperti Opera Mini saya pasang bersamaan dengan browser berlogo rubah ini. Kalau Google Chrome tidak usah ditanya lagi mengingat ini sudah menjadi bawaan Android.

Meskipun belum memutuskan untuk mencabut pemasangannya, bukan berarti menjadi salah satu favorit untuk selalu saya gunakan.

Hal ini karena ada yang sedikit mengganggu ketika memakai Firefox. Yang paling utama adalah penggunaannya yang cukup berat. Baik ketika membuka aplikasinya maupun mengakses informasi di blog atau situs tertentu.

Kebiasaan saya juga ketika menggunakan browser adalah sering tidak menutup beberapa tab dari artikel yang saya baca. Apalagi menarik dan lupa untuk bookmark. Selama beberapa saat, browser tersebut biasanya saya tinggalkan atau bahkan menutupnya. Ketika membukanya kembali (reopen), secara otomatis biasanya akan mereload beberapa tab yang belum di close. Browser lain biasanya hanya butuh beberapa detik. Sedangkan Firefox sendiri bisa hingga hitungan menit.

Saya mengatakan demikian karena ketika melakukan hal yang sama menggunakan browser lainnya, justru malah tidak merasakan hal tersebut. Saya bukan orang IT jadi gak bisa menjelaskannya secara teknis. Jadi saya hanya mampu menyampaikan pengalaman menggunakannya sebagai seorang USER. Karena bagaimanapun, saya yakin bahwa pembuatannya lebih utama dikhususkan bagi Pengguna, bukan developer apalagi programmer.

Artikel terkait: Ringannya Browser Armorfly Untuk Android

Tapi, benar-benar sebagai pengguna awam yang tak perlu banyak melakukan hal-hal teknis maupun pengaturan dalam aplikasinya kalau memang telah disediakan.

Gara-gara menggunakan Mozilla, akhirnya Google Chrome yang sangat jarang saya gunakan pun terasa ringan. Ada pembanding yang hadir lebih berat soalnya. Bahkan, ketika update Chrome, hasilnya semakin ringan saja. Berbeda dengan yang satu ini. Sudah update sana-sini selama menggunakan, tapi pengalaman ingin mendapatkan kesan ringan tersebut tak kunjung bisa dicapai.

Apakah akan tetap memakai Firefox?

Bagaimanapun saya tetap membuka diri. Terutama karena sudah akrab selama bertahun-tahun. Jadi, niatan untuk mencabutnya belum ada sama sekali. Mungkin saja di update selanjutnya akan terasa berbeda. Atau bisa jadi saya akan menemukan cara mengatasinya.

Jika Anda menemukan cara agar bisa meringankan penggunaan Firefox, sampaikan via komentar di bawah. Terima kasih.

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon