Pengalaman Blog Saya Diterima Google Adsense Hanya Sehari

Tampaknya, masih banyak blogger yang berharap agar blognya diterima oleh jaringan periklanan Google Adsense. Hal ini saya temukan dari berbagai forum dan komunitas online, dimana banyak pemilik blog yang menanyakan berbagai alasan kenapa blognya masih saja mengalami penolakan.
Pengalaman blog diterima jaringan periklanan Google Adsense

Ada yang mengatakan bahwa kontennya sudah benar-benar original, pengunjungnya bahkan sudah ribuan per hari, sudah menggunakan domain tingkat atas (Top Level Domain/TLD) dan lain sebagainya. Namun, masih saja tidak diterima.

Misterius memang.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya hanya akan menuliskan pengalaman pribadi saja mengenai hal tersebut.

Artikel ini pun bukan jaminan bahwa apa yang telah saya lakukan sebelumnya, akan mendapatkan hasil yang sama jika Anda ikuti. Dimana blog yang akan Anda daftarkan diterima dengan baik oleh pihak Adsense untuk kemudian mulai menayangkan iklan.

Mari kita mulai.

Beberapa waktu sebelumnya, saya membuat blog dengan platform gratis, terutama yang menggunakan sub-domain blogspot. Puluhan artikel original tentu telah dipublikasikan dan telah mampu mendapatkan banyak pengunjung dari mesin pencari terutama Google.

Masing-masing artikel disertakan gambar pendukung yang tentunya tidak melanggar Hak Cipta.

Pokoknya, waktu itu saya sendiri berasumsi bahwa tidak ada alasan bagi pihak Adsense untuk menolak aplikasi pendaftaran saya. Blog bagus begini, masa ditolak, yekan?!

Percaya diri berlebihan, mungkin. Hal ini dikarenakan, tak ada satu pun petunjuk yang saya temukan bahwa apa yang telah saya upayakan merupakan bagian dari pelanggaran yang dilarang untuk dilakukan.

Intinya, blog saya sudah bagus. Tidak melanggar. Sudah banyak pula pembacanya dan berbagai alasan lain yang mungkin saya buat-buat sendiri. Entah.

Pokoknya, bahkan sebelum mendaftar pun sudah sangat yakin bahwa apa yang sudah saya lakukan terhadap blog tersebut, pasti diterima dengan baik oleh Adsense.

Sudah baca aturannya sana-sini, dan semakin yakin dengan apa yang telah saya lakukan. Dan tahu tidak bagaimana hasilnya?

Justru malah ditolak.

Akhirnya, cari-cari informasi lagi lewat tulisan blogger lain untuk mengetahui kesalahan apa yang saya lakukan dan bagaimana memperbaikinya.

Tapi dari berbagai artikel yang saya baca, kebanyakan seolah mirip-mirip. Itu-itu saja pembahasannya. Dan tidak ada petunjuk yang menyiratkan bahwa saya harus melakukan perbaikan.

Selang 1 atau 2 hari kemudian, akhirnya mendaftar lagi. Dan hasilnya masih saja tetap sama. Ditolak.

Terkadang juga menunggu selama satu minggu atau lebih lalu daftar ulang sembari tetap mempublikasikan artikel baru. Tetap tidak ada perubahan hasil.

Tunggu lagi beberapa bulan, lalu mengirimkan aplikasi pendaftarannya, sama saja. Bahkan setelah menginjak usia blog satu tahun pun, belum juga diterima.

Memang tidaklah menyenangkan berkali-kali ditolak, terlebih kebingungan karena tidak tahu apa yang sebenarnya salah atau keliru dari apa yang saya perbuat.

Email penolakan yang mendarat di inbox pun tidak begitu membantu karena tidak spesifik. Seputar hal-hal yang menurut saya terlalu umum. Jadi, tetap saja membingungkan.

Akhirnya mencoba membuat blog baru lagi. Publikasikan konten lagi dan sebagainya. Tetap original dan tidak mau melakukan optimasi apapun selain fokus pada produksi konten.

Daftar lagi di Adsense. Dan untuk kesekian kalinya, kembali mengalami penolakan.

Seolah apa yang saya lakukan kok malah tidak ada gunanya sama sekali.

Pernah juga kecewa dan saya rasa hal itu wajar. Namun saya tidak berhenti begitu saja. Saya tidak mau kalah. Tetap ingin menulis apapun hasilnya. Yang penting bermanfaat.

Jika masih banyak yang mengatakan bahwa proses tidak akan menghianati hasil, berkali-kali saya tidak mau mempercayai hal itu.

Tapi bagaimana pun, tidak ada alasan untuk kehilangan semangat.

Akhirnya, buat blog baru lagi. Blog ini tentunya. Namun, kali ini memang merencanakan untuk membeli nama domain sendiri. Niat untuk daftar Adsense juga sangat berkurang. Mungkin karena kekecewaan yang saya alami sebelumnya.

Setidaknya, punya blog dengan TLD dulu. Keren aja. Udah gitu doang. Bahkan sedikit egois saat beli domain seperti yang saya tuliskan di artikel sebelumnya.

Akhirnya mulai kembali nulis beberapa. Buat senang-senang. Semangat juga semakin bertambah saat punya domain TLD. Mungkin karena sugesti atau apa, beda saja rasanya dibanding yang gratisan.

Waktu itu postingan sudah sampai 10 atau lebih (lupa tepatnya berapa), eh malah mikir untuk daftar lagi ke Adsense. Nyoba-nyoba saja sebenarnya karena sebelum-sebelumnya hanya berpengalaman daftar menggunakan sub-domain.

Setelah sehari, malah belum ada email yang masuk. Tapi tunggu dulu. Memang saya menyebutkan bahwa blog ini diterima Adsense hanya dalam sehari, tapi kok malah belum diterima juga.

Ada ceritanya.

Waktu mendaftar pertama kali menggunakan TLD, di akun email saya waktu itu juga masih dalam tahap review untuk Adsense YouTube. Karena tidak mau membatalkan pengajuannya, akhirnya saya membuat email baru.

Email baru ini kemudian saya gunakan untuk mendaftar Adsense untuk blog. Jadi, pendaftaran blog pertama yang masih ditinjau pula untuk YouTube akhirnya saya cancel. Supaya antara YouTube dan blog memiliki akun yang berbeda.

Toh, YouTube juga bukan fokus saya. Dan bahkan tidak tahu sejak kapan mulai mengajukan pendaftaran untuk ditinjau. Meskipun juga saya akui, tidak membatalkan akunnya.

Setelah mengajukan aplikasi pendaftaran menggunakan akun email baru tersebut yang mana saya disarankan oleh Bang Izal, sekitar 24 jam (sehari) kemudian, dapat notifikasi di hp bahwa ada pesan baru masuk ke email.

Dan pesan tersebut berasal dari pihak Google Adsense.

Langsung saja saya buka tanpa peduli apa subjek dari pesan yang ada. Dan, Alhamdulillah.

Selamat! Akun Anda kini telah disetujui sepenuhnya.

Tepat sehari setelah menggunakan email baru tersebut. Dan tentu saja jenis akunnya adalah non-hosted karena menggunakan domain tingkat atas.

Tapi saya diterima bukan karena mendaftar menggunakan email baru ya, sebab menggunakan email yang sama dengan blog juga sama saja. Ini hanya persoalan teknis terkait akun YouTube yang saya sampaikan sebelumnya.

Adakah yang berbeda dari apa yang saya lakukan dibanding sebelumnya?

Tidak ada selain menggunakan domain sendiri. Meskipun ini juga bukan jaminan karena banyak juga yang melakukan hal yang sama, namun tetap saja ditolak.

Konten pun gado-gado dan apa adanya. Perhatikan saja isi blog ini. Tidak banyak yang berubah. Begitu juga dengan optimasi yang saya lakukan, tidak ada sama sekali. Cuma menulis saja sesuai keinginan hati dan kemampuan sendiri.

Jumlah pengunjung? Dalam sebulan bahkan tidak sampai 5 atau 10 orang sepertinya. Bahkan saya yakin, pengunjungnya kebanyakan adalah diri saya sendiri. Share artikel ke facebook pun tidak saya lakukan. Palingan di G+ saja karena pengaturan di dashboard blogger saya aktifkan untuk dilakukan secara otomatis ketika artikel baru telah dipublikasikan.

Jadi memang tidak ada tips maupun trik rahasia yang saya lakukan. Saya sendiri kadang menganggapnya sebagai sebuah keberuntungan. Atau memang sudah waktunya saya merasa senang setelah berkali-kali mengalami penolakan.

Itu saja.

Hanya sehari langsung diterima Google Adsense. Jadi bagi yang belum memiliki akunnya, tetap buat diri Anda bersemangat. Jangan kehilangan motivasi.

Semakin sering ditolak, malah harus semakin membara semangatnya. Karena ketika diterima, hasilnya pun akan beeeegitu menyenangkan.

Anda punya cerita dan pengalaman yang sama atau malah justru berbeda dengan saya? Silahkan sampaikan lewat komentar dibawah.

Terima kasih.

2 comments

Waah selamat ya om,,, akhirnya diterima Full approve oleh google adsense. :)

Perjuangan selanjutnya telah menanti, yaitu perburuan untuk menambang Dollar. Ayo om,,,terus semangat!! :D

Iya Bang iza. semoga lancar semuanya. meskipun mungkin saya belum fokus di periklanan. Tapi untuk jangka panjang, mungkin akan bermanfaat secara finansial. Seberapa pun itu.

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon