Berusaha Mengajari Teman Untuk Mulai nge-Blog

Mengajari orang lain membuat blog

Tepat semalam sebelumnya, saya berbincang-bincang mengenai banyak hal dengan salah satu teman saya. Waktu telah menunjukkan sekitar jam 10 malam dan entah bagaimana, akhirnya pembicaraan mengarah ke bagaimana membuat sebuah blog dan apa saja manfaatnya.

Saya secara pribadi memang menyarankannya untuk membuat blog baru.

Beberapa hal yang paling sering saya sampaikan adalah memanfaatkan blog sebagai media untuk mengasah kemampuan menulis, berekspresi, melatih otak, untuk mengurangi aktivitas di jejaring sosial yang kerjaannya gitu-gitu aja, dan juga sedikit menyampaikan potensi sebuah blog untuk memasarkan skill yang ia miliki (bisnis). Harapannya ya, siapa tahu ia bisa lebih sukses di dunia maya dibanding saya yang ngeblog hanya untuk kesenangan semata.

Teman saya ini sebelumnya pernah membuka kelas kursus bahasa inggris, namun harus terhenti karena bangunan yang digunakan untuk mengajar sudah tidak memberikan izin dari pengelolanya. Menurutnya sih, gara-gara politik (pilkada) di kampung kami. Dan saat ini, ia telah beberapa bulan berada di Bali untuk menyelesaikan pelatihan sebagai pemandu selam (diver).

Pikiran sontoloyo saya mengatakan: Jika bisa berbahasa inggris dan juga nantinya akan memiliki sertifikat penyelam profesional, potensi bisnis yang ia miliki kok besar sekali ya?!

Lalu kenapa tidak mulai menulis sejak sekarang agar kemampuan yang ia miliki nantinya akan semakin banyak yang melirik. Dan mungkin bisa menggunakan jasa atau mempekerjakannya karena akan banyak yang tahu mengenai keahliannya.

Saya bahkan mengatakan bahwa kursus bahasa inggris yang ia buka sebelumnya pun, bisa dengan memanfaatkan kursus online. Entah bagaimana perencanaan dan teknisnya ke depan, yang penting ia mau dulu mengenal dunia blogging.

Pengetahuan saya sendiri memang sangatlah minim dalam dunia per-blogging-an, tapi terserahlah. Toh dengan pengetahuan dan pengalaman yang sedikit ini, ternyata teman saya malah jauh lebih asing dengan yang namanya blog.

Jadi, kenapa tidak saya distribusikan saja isi otak yang masih sangat terbatas ini.

Alhasil, sekitar hampir jam 11 malam itu, dibuatlah blog perdananya menggunakan platform blog gratis yaitu di Blogger.com (blogspot).

Eh, Alhamdulillah ia ternyata sangat antusias sekali sejak awal. Malahan mulai memikirkan akan menulis atau mempublikasikan konten seperti apa.

Meskipun masih ada kebingungan sana-sini, saya menyarankan untuk membuat blog dengan konten gado-gado terlebih dahulu. Utamanya untuk membantu proses tulis-menulis dan berekspresi tentang segala hal. Tentang dunia yang ia alami dan sebagainya. Barangkali dari cerita yang akan ia publikasikan juga bisa memberikan pandangan baru tentang sesuatu.

Kedepannya, bisa kemudian memanfaatkan niche blog untuk menyajikan konten/materi bahasa inggris maupun dunia penyelaman.

Bahkan bisa berjalan beriringan dengan blog gado-gado jika memang mampu.

Yang menarik adalah; Karena ini adalah dunia yang baru bagi teman saya, ternyata pengenalan blog benar-benar harus se-rinci mungkin. Ia bahkan kembali menanyakan jika nantinya ia log out dari akunnya, untuk mengakses blog tersebut bagaimana caranya.

Saya kemudian menyarankan untuk belajar sama-sama. Terlebih memperkenalkannya mengenai berbagai menu dan fitur yang perlu dipelajari pada dashbord blogger dan hal-hal penting terkait lainnya.

Bukannya memberitahu untuk membaca tutorial online, saya malah menawarkan diri untuk mengajarinya langsung. Bukannya apa-apa sih, takutnya nanti malah terjebak jauh dengan istilah SEO dan malah tidak fokus ke bagian penulisan konten. Karena bagaimana pun, belajar sama-sama dan saling memberikan bimbingan itu sepertinya lebih nyaman bagi saya pribadi.

Ia setuju dan saya menyampaikan untuk mulai memanfaatkan waktu luangnya kedepan. Terutama untuk belajar ngeblog.

Beberapa waktu sebelumnya, saya juga pernah membantu teman saya lainnya secara langsung terkait bagaimana cara membuat blog, mempublikasikan konten apa saja dan sebagainya.

Namun karena saya harus berpindah ke daerah lain, akhirnya kabar tentang blog-blog teman saya tersebut pun tenggelam. Tak ada pembicaraan via telepon yang membahas hal itu lagi. Jadi bisa dianggap, saya sangat gagal menjadi seorang pembimbing amatiran.

Namun mudah-mudahan tidak terjadi kali ini. Mengingat semangat dan antusias teman saya yang begitu menyenangkan untuk disaksikan.

Anda punya pengalaman yang serupa?

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon