Kenapa Saya Tidak Ingin Memasang Anti-Klik Kanan di Blog

Jujur saja, saya berkali-kali menemukan blog yang teksnya tidak bisa di seleksi, apalagi mau di klik kanan untuk kemudian di copy.

Bahkan saat awal mau blok teksnya saja, muncul peringatan yang bernada larangan untuk aktivitas yang saya lakukan tersebut.

Kesal, iya. Tapi sedikit saja. Karena bagaimana pun, saya tetap ingin menghargai si pemilik blog. Saya juga gak berhak untuk melarangnya melakukan itu.

Dari penelusuran online di beberapa blog dan juga komunitas jejaring sosial, banyak yang beralasan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mencegah kegiatan plagiat. Terutama yang mungkin akan dilakukan oleh blogger lain.

Hanya bermodal copy-paste, blogger lain yang ingin melakukan kegiatan plagiasi ini akhirnya bisa mempublikasikan ulang artikel yang sama dengan apa yang sudah ada.

Alhasil, artikel pihak pertama (orisinal) kemudian akan bersaing di mesin pencari (Google, Bing, Yandex dan sebagainya) dengan isi tulisan yang mungkin akan sama persis, namun berbeda blog.

Bahkan ada yang mengalami bahwa artikel originalnya tersisihkan dan berada di posisi bawah mesin pencari dibandingkan artikel hasil copy-paste, tanpa perubahan sedikit pun.

Jika hal itu terjadi, sangat wajar jika ada yang merasa terganggu.

Namun, saya tetap tidak ingin mengikuti untuk melakukan hal yang sama. Apalagi, se-canggih apapun sebuah sistem atau metode, tetap saja akan ada kelemahannya.

Termasuk bagaimana mengakali kondisi yang demikian.

Memang diperlukan langkah tambahan dan sebenarnya tutorialnya pun sudah banyak sekali.

Bahkan, jika benar-benar niat, mungkin akan ada yang menuliskannya secara manual.

Tapi melihat pengalaman saya pribadi, blog-blog tersebut pasti tidak akan saya datangi lagi. Boro-boro mau share artikelnya. Gak mungkin. Karena sebagai pengunjung, sudah kecewa duluan.

Dan pada banyak kesempatan, tulisan yang sejenis pun sudah banyak yang mempublikasikannya. Bahkan lebih baik lagi.

Jika ada yang beranggapan bahwa:

"Yah gak apa-apa Anda tidak mau share, tidak mau komentar dan sebagainya. Kan masih banyak pembaca lainnya yang mungkin tidak sama dengan Anda."

Mungkin saja. Tapi setidaknya Anda akan kehilangan 1 pembaca. Dan, bisa jadi akan banyak pembaca lainnya juga yang seperti saya.

Untuk berurusan dengan konten plagiat pun, sudah bisa dilaporkan ke DMCA Google. Meskipun terkadang agak lama baru kemudian di respon (take down).

Yang jelas, solusinya sudah ada meskipun membutuhkan waktu. Apalagi jika dalam 1 blog, ada banyak artikel yang di plagiat.

Menurut saya sih begitu.

Namun, ini bukan berarti Anda boleh dan bebas melakukan copy-paste artikel di blog ini dan lainnya, kemudian mempublikasikannya ulang.

Tidak sama sekali.

Karena justru hal tersebut malah merendahkan kemampuan Anda sendiri. Jika masih mampu untuk menciptakan konten sendiri, ngapain juga kan artikel blogger lain di republish.

Gak ada faedahnya. Apalagi berpikir untuk jangka panjang. Benar-benar jangan dilakukan, deh!

Apalagi tahu sendiri seberapa capeknya membuat sebuah tulisan sejak memikirkan ide awalnya.

Dengan tidak membatasi seleksi teks dan klik kanan tersebut, peluang untuk berbagi ilmu ke pembaca pun semakin besar. Mungkin ada salah satu atau 2 paragraf yang ingin di copy dan mau membaginya via whatsapp dan sebagainya ke teman-temannya. Kalau saya blokir kan, justru malah gak akan kesampaian.

Sesederhana itu saja alasan saya tidak menyertakan kode anti-klik kanan dan seleksi di template blog ini dan lainnya.

Namun, kalaupun Anda tertarik untuk tetap akan menggunakannya, terserah. Itu juga hak Anda. Sah-sah saja.

Yang jelas, plagiasi dalam penulisan online itu tetap susah untuk dihilangkan. Bukannya pesimis, namun mungkin akan tetap ada orang-orang yang tidak tahu atau tidak berniat menghargai hasil karya orang lain.

Bagaimana?

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!
EmoticonEmoticon