Mau Buat Peta di Laptop Pakai Software Apa?

Waktu kuliah dulu di Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) atau yang dulu dikenal sebagai Planologi, kebanyakan tugas pasti harus ada petanya. Minimal peta administrasi untuk memvisualisasikan kondisi eksisting wilayah perencanaan yang diobservasi.

Selain sebagai alat pelengkap tugas dan juga dokumen perencanaan suatu wilayah, keberadaan peta menjadi lebih jauh pemanfaatannya sebagai alat analisis visual.

Misalnya menggunakan analisis berbasis Overlay untuk melihat ketimpangan yang terjadi di suatu daerah atau bagaimana mengetahui trend perkembangan wilayah dari beberapa tahun yang lalu hingga tahun berjalan (saat ini). Seperti apa kondisi permukimannya saat itu hingga beberapa tahun setelahnya dengan memanfaatkan beberapa data visual penting yang bisa kita peroleh.

Bahkan, jika menginginkan output penelitian dalam bentuk peta, maka sangatlah memungkinkan.

Tapi sebelum beranjak lebih jauh, bagi Anda yang mungkin tertarik untuk belajar pemetaan, baiknya tahu dulu akan menggunakan software apa. Dan meskipun singkat, itu yang akan saya sampaikan dalam artikel ini.
Software yang pernah saya gunakan untuk membuat peta
Jujur saja, software untuk mulai belajar membuat peta itu cukup banyak. Dan rata-rata memiliki forum dan komunitasnya sendiri-sendiri.

Mulai dari yang gratisan hingga berbayar. Ada semua.

Menurut pengalaman saya pribadi, minimal kita akan membutuhkan 2 perangkat lunak yang harus dipasang di laptop atau pc.

Yang pertama adalah Google Earth.

Google Earth ini akan kita gunakan untuk mendapatkan citra satelit dari zona atau wilayah yang ingin kita buatkan petanya. Dan yang terlebih penting lagi adalah menentukan titik koordinat dari wilayah tersebut untuk kemudian dimanfaatkan informasinya dalam pembuatan peta selanjutnya.

Pada tahap ini, peta tidak lagi sekedar visualisasi suatu wilayah. Namun menyimpan banyak informasi lainnya terutama terkait dengan titik koordinat atau posisinya secara global (GPS).

Dan salah satu kriteria yang dibutuhkan dari sebuah peta yang informatif adalah berisi informasi tentang koordinat suatu objek atau wilayah. Karena itu, setiap dokumen perencaanaan suatu wilayah selalu menampilkan bingkai (frame) peta baik berupa koordinat maupun dalam satuan derajat yang berisi informasi bujur dan lintang. Semuanya berisi keterangan mengenai posisi dari wilayah perencanaan yang ingin kita ketahui.

Software kedua yang paling sering saya gunakan untuk membuat peta adalah ArcGIS.

Kalau Anda bertanya mengenai software pemetaan yang paling populer di dunia, saya yakin bahwa ArcGIS adalah salah satunya.

Selain penggunanya yang sangat banyak di seluruh dunia mulai dari mahasiswa, peneliti hingga developer, fitur yang ditawarkan pun bisa dibilang saaaaangat lengkap.

Kalau cuma untuk tugas kuliah, itu gak ada apa-apanya. Mau buat peta topografi untuk kawasan pertambangan atau menampilkan peta dalam bentuk 3D dan masih banyak lagi, sangat bisa. Berbagai fitur analisisnya pun sangat beragam.

Bagi pemula, mungkin akan sedikit kebingungan saking banyaknya tool yang dimiliki. Tapi secara perlahan, Anda akan terbiasa juga.

Forum onlinenya juga saaaaangat aktif, jadi Anda bisa bertanya mengenai permasalahan yang Anda temukan ketika menggunakannya.

Di banyak kantor pemerintahan seperti BAPPEDA, Dinas Tata Ruang, PU ataupun swasta, pelatihan pemetaan yang seringkali dilaksanakan adalah penggunaan ArcGIS ini. Setidaknya saya belum pernah mendengar pelatihan mengenai software lainnya.

Begitu juga di berbagai universitas yang ada, kebanyakan adalah bagaimana mahasiswa bisa menguasai penggunaan ArcGIS baik tingkat dasar hingga lanjutan untuk kepentingan analisis.

Software selainnya ada, cuma karena saya lebih nyaman dan juga setiap kebutuhan visualisasi wilayah perencanaan sudah terakomodir dengan penggunaan ArcGIS, akhirnya gak fokus ke yang lainnya. Apalgi cuma peta-peta dasar. Menguasai salah satunya saja terkadang sudah sangat cukup.

Demikian artikel singkat ini. Semoga bermanfaat.

Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya!

Postingan populer dari blog ini