Ngaruh Gak Sih Penggunaan Template Untuk Bisa Diterima Google Adsense?

Template untuk blog itu adalah jawaban bagi blogger mengenai akan seperti apa tampilan blognya ketika sudah dibuat. Di platform blogspot sendiri bahkan pemilihan template menjadi satu kewajiban yang harus dilakukan ketika membuat blog baru. Pertanyaannya, ngaruh gak sih sebenarnya template itu saat mengajukan pendaftaran di jaringan periklanan Google Adsense?

Saya yakin bahwa pertanyaan yang demikian biasanya dialami oleh blogger baru yang kadang baru mempublikasikan beberapa biji artikel dan sudah ingin mendaftar di Google Adsense. Atau mungkin juga mereka yang sudah cukup lama (hingga setahun lebih ngeblog) tapi belum juga diterima aplikasi pendaftarannya. Masih digantung karena email jawaban apakah diterima atau ditolak masih belum juga mendarat di emailnya masing-masing.

Alhasil, mulailah nyari referensi tambahan hingga memasuki berbagai forum, grup dan komunitas online untuk menanyakan hal yang demikian. Banyak artikel juga memang yang menyebutkan bahwa template atau tema blog sangat menentukan dengan dalih navigasi halaman, SEO-friendly, loading blog bisa lebih cepat, dan segala alasan ilmiahnya. Bukannya salah, saya hanya tidak menarih peduli saja.

Apalagi jika artikel mengenai pengaruh template blog terhadap pengajuan di Google Adsense ditulis oleh penjual template atau developernya sendiri, makin gak mau baca saya. Kecuali memang ada hal penting lainnya yang saya butuhkan terkait pengaturan template karena saya memang tidak paham koding dan segala kerumitannya. Dan yang namanya jualan, siapapun bisa mengatakan apapun meskipun itu benar adanya. Termasuk developer dan juga si penjual template.

Saya tidak bermasud meremehkan, hanya saja, kebenaran itu tidak berlaku secara mutlak. Banyak yang sudah menggunakan template premium, memiliki artikel original di blog, sudah banyak pengunjung blognya dan sebagainya. Namun akhirnya, banyak juga yang masih menerima penolakan dari Google Adsense.

Pada satu sisi, template atau tampilan blog itu sangatlah penting baik untuk mesin pencari, lebih-lebih lagi untuk kenyamanan pembaca (User Experience/UX).

Tapi berbicara mengenai hubungannya dengan pengajuan akun Google Adsense, lagi-lagi saya tidak mau ambil pusing mau menggunakan template seperti apa. Kecuali jika memang templatenya memang bermasalah misalnya dimasukkan kode yang berisi malware dan sebagainya yang dilarang sama Google, itu baru saya abaikan template model begituan.

Tapi kalau sekedar untuk mendaftar di Google Adsense, silahkan pakai saja template bawaan Blogger yang sudah ada seperti blog saya ini. Lah yang buat templatenya kan orang blogspot sendiri, orangnya Google juga, kok malah disepelekan? Karena templatenya pasti sudah sangat mendukung atau setidaknya tidak melanggar kebijakan Google Adsense. Ngapain pusing lagi?

Jika masih tidak diterima juga, mungkin kontennya kali yang "bermasalah." Saya mengatakan demikian karena blog saya ini saat diterima Google Adsense hanya butuh waktu 2 hari kalau saya tidak salah ingat. Templatenya pun menggunakan yang bawaan blogger, artikelnya bahkan ada yang beberapa tidak cukup 500 kata, banyak juga yang artikelnya tidak ada gambar sama sekali dan jumlah artikelnya waktu itu baru beberapa saja. Kayaknya tidak sampai 10, 15 atau 20 biji. Lupa saya.

Bahkan ada beberapa blog saya yang diterima Google Adsense hanya dalam waktu sehari.

Kalau anda tanya bagaimana caranya, sudah saya jelaskan diatas. Dan waktu itu saya daftar sudah menggunakan TLD (Top Level Domain) yaitu .com. Saya akui bahwa saya juga tidak begitu paham mengenai kenapa bisa dengan mudahnya diterima Google Adsense. Bahkan halaman pendukung seperti Disclaimer, Privacy Policy dan lain-lain yang banyak menganggapnya penting tidak saya sertakan di blog saya sama sekali.

Tetap saja diterima dengan baik.

Jadi mengenai ngaruh tidaknya template yang digunakan di blog saat mendaftar di Google Adsense, tergantung anda saja mau mempercayainya atau tidak. Kalau saya memang tidak mau terlalu pusing dengan semua itu.

Paling saya fokus menulis saja saat itu mengenai apa yang ada dalam pikiran saya lalu dipublikasi. Unik tidaknya saya tidak tahu, yang jelas, saya bisa pastikan bahwa artikel saya memang original karena saya sendiri yang mikirin dan juga bukan hasil menulis ulang (rewrite) artikel orang lain.

Kalaupun masih maksa ingin tanya saya bagaimana caranya supaya diterima di Google Adsense, saran saya paling jadi diri sendiri saja dalam menulis. Tulis apa yang ada dipikiran anda semampu anda dan publikasikan. Jika masih ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi, kan fitur blognya sangat memungkinkan untuk melakukan pengeditan (penyuntingan).

Sebagai studi kasus dan riset kecil-kecilan anda, silahkan cek 10, 15 atau 20 artikel awal blog saya ini mengenai apa yang sudah saya publikasikan. Meskipun kebanyakan mungkin hanyalah artikel sederhana yang bahkan terkesan sepele dan tidak penting, setidaknya itu hasil saya sendiri yang mengantarkan pada diterimanya domain blog ini untuk menampilkan iklan Google Adsense. Itu saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini