Agar Artikel di Blog Sepi Pengunjung, Jangan Share di Media Sosial!

Jangankan share di media sosial, menuliskan artikel ini saja saya sebenarnya malas. Hanya saja, karena hari ini pas tanggal 1 Januari 2020, tahun baru, jadi ya tetap saya tulis juga. Anggap saja formalitas.

Dan itu juga berarti bahwa, kemungkinan besar tidak akan ada ilmu apapun yang bisa anda dapatkan di artikel ini. Jadi silahkan untuk tidak lanjut membacanya dan cari artikel lain atau tutup tab browsernya dan buka situs lainnya.

Tapi kalau masih mau baca juga ya silahkan. Toh ini hanya curhat saja mengenai kondisi blog ini yang tentu saja: SEPI. Minim pengunjung, minim insight dan berbagai kekurangan dari sudut pandang apapun.

Sepi pengunjung itu ya cuma beberapa ekor makhluk hidup yang ada disini setiap hari. Itupun kalau benar hidup karena bisa saja yang berkunjung adalah robot perayap Google.

Untuk hari kemarin saja, hanya ada 2 tayangan halaman di blog ini.

Blog sepi pengunjung
Mohon maaf! Tidak bermaksud sombong atau pamer.
Keren, kan?

Blogger lainnya itu sudah ribuan per hari dan bahkan ratusan ribu pengunjung dengan tayangan halaman yang bisa menyentuh jutaan. Tapi, itu mah sudah biasa karena sudah terlalu banyak blog dan situs yang seperti itu.

Yang istimewa itu yang seperti gambar diatas dan pencapaian tersebut sangat susah didapatkan oleh blogger yang sudah master bahkan SEO Expert sekalipun.

Mau bukti?

Coba saja tanya mereka, bisa gak blognya yang sudah berumur 2 tahun cuma punya 2 tayangan halaman saja dalam sehari kayak saya. 99% akan susah menjawabnya. Bahkan setahu saya, Google pun tidak mengajarkan caranya, apalagi di workshop abal-abal hingga yang berkualitas sekalipun.

Tapi jangan khawatir, akan saya bagikan rahasianya yang sebenarnya anda pun sudah tahu. Hanya kurang disadari saja.

Mulai sekarang, jangan share link atau URL blog anda di media sosial manapun. Apalagi khusus blog gado-gado seperti yang saya kelola ini. Teknik tersebut, success ratenya bisa mencapai 98-99% agar blog sepi pengunjung. Ampuh nan sakti mandraguna!

Hebatnya lagi, teknik ini juga akan cukup membantu agar artikel blog anda tidak masuk halaman 1 Google. Sebab mesin pencari raksasa tersebut juga sudah menyatakan dengan sangat jelas dan terpampang nyata serta membahana bahwa social signal sudah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peringkat di hasil penelusurannya.
"Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui."
Anda tidak hanya akan mendapatkan blog yang membanggakan karena sepi pengunjung seperti impian anda selama ini, namun juga akan sepi dari pengguna mesin pencari saking sulitnya menemukan tautan tulisan-tulisan anda.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: kenapa hal ini penting? Pastinya ada banyak manfaatnya bagi blog anda dan juga kehidupan anda sendiri.

Pertama, anda tidak akan dipanggil sebagai suhu, guru, atau master. Karena setiap jabatan itu ada beban yang harus dipikul. Khawatirnya lagi, jangan sampai jabatan tersebut harus dipertanggung-jawabkan di akhirat kelak.

Yang anda pikul malah memukul.

Hal ini juga bisa cukup membantu mengurangi ambisi negatif anda yang berhubungan dengan Master Wannabe untuk secepat mungkin memanfaatkan momen dengan membuat ws berbayar yang copywritingnya paling heboh sejagad raya yang ternyata isinya "oh, gitu doank?"

Takutnya seperti penderita ejakulasi dini; pas mau mantap-mantap, heboh banget, eh ternyata prematur. Masuknya selow, keluarnya menggunakan kecepatan cahaya.

Manfaat selanjutnya adalah sedikitnya peluang bagi blog anda agar tidak menjadi target untuk dianalisis menggunakan berbagai tool SEO seperti Ubersuggest, Ahrefs, Semrush dan sebagainya. Karena sudah bertahun-tahun, mau jadi tukang intip backlink itu lebih maksimal jika pakai paket berbayar.

Dengan begitu, maka tidak akan banyak yang menjadikan blog anda sebagai pesaing blog lainnya. Jadi, anda bisa tetap istirahat dengan nyaman karena saingan anda akan semakin berkurang.

Selanjutnya, memiliki blog yang sepi pengunjung juga berguna agar blog anda tidak menjadi target untuk praktik Negative SEO.

Karena usaha anda untuk tidak merengking kata kunci berjalan dengan mulus, artikel anda kemungkinan tidak akan dicuri oleh pengguna script AGC, tidak akan dibangun backlink dengan anchor text yang negatif, bahkan mungkin tidak akan ada yang berani untuk mengirimkan auto-visitor ke blog anda.

Apalagi jika sudah langganan paket hosting tahunan bahkan beralih ke unmanaged VPS, anda tidak perlu khawatir lagi dengan serangan DDos yang akan menguras resources blog anda.

Oh ya, hampir lupa untuk menyebutkan juga manfaat dengan tidak share link ke media sosial dalam kaitannya dengan pengunjung blog yang sepi.

Manfaat ke-4 adalah tentu saja untuk mengurangi sikap dengki dan iri hati yang dimiliki pesaing atau orang dengan niat jahil. Apalagi kalau di grup Facebook khusus blogger dimana orang lain bisa tahu URL blog anda dan seberapa besar trafiknya. Nanti bakalan juga ada John Pantau dadakan.

Mulai dari nganalisa blog anda, sampai tukang klik iklan Adsense sembarangan dengan harapan akun anda bakalan kena banned.

Kekhawatiran tersebut akan semakin berkurang jika anda memiliki trafik yang sepi dan juga tidak share link blog sembarangan di media sosial beserta berbagai kesuksesan yang diraihnya.

Dengan begitu, anda juga mungkin telah berkontribusi untuk menjadikan blogger nackal menjadi insan yang berbudi pekerti luhur sesuai dengan bunyi Pancasila sila ke-2. Syukur-syukur kalau masih ingat apa isi sila tersebut.

Semakin tidak sering membagikan tautan artikel blog anda di media sosial, maka tidak hanya saja berfungsi untuk mengurangi exposure tulisan yang sudah dipublikasikan. Namun juga, membantu blog anda agar tidak dikenali oleh brand-brand bisnis besar lainnya yang kerjaannya nyari blog untuk post placement atau dalam rangka memberi ulasan produk yang kita sendiri bahkan tidak pernah menggunakannya.

Belum lagi, job post placementnya kadang harus dikerjakan dalam tempo sesingkat-singkatnya dengan harga se-jahanam mungkin dan juga harus memiliki kata kunci "terbaik" di judul artikelnya. Kan taek!

Minimal, hal ini bisa membantu untuk mengurangi berita palsu (hoax) di internet.

Kalau mau dirunut lebih jauh lagi, masih banyak manfaatnya untuk tidak memiliki banyak pengunjung blog yang salah satu cara terampuhnya adalah dengan tidak membagikan link artikel ke media sosial. Tapi karena pola kerja otak saya saat ini mirip dengan kondisi isi dompet, ya itu saja dulu.

Sebagai penutup, saya hanya ingin menyimpulkan satu hal bahwa: Andai saja ngeblog itu bisa semudah penjelasan diatas atau setidaknya gak pernah kenal yang namanya SEO. Jangkrik!

2 komentar

Saya menulis awalnya juga bukan karena mengejar jumlah pengunjung
Hanya sekedar ingin menulis
Eh tak disangka kok kesininya semakin ramai aja blog saya
Akhirnya sebagian orang memanggil saya dengan sebutan suhu,
Mungkin suhu udara hehehe

@Djangkaru Bumi: Hahahaha... Tapi kalau mas kan sudah sampe buat Template sendiri dan pengalaman serta pengetahuannya tentu jauh diatas saya. Orang lain memanggil seperti itu pasti ada alasannya, terlepas dari atmosfir blogger Indonesia itu yang kadang sedikit-sedikit manggil suhu.

Ada yang ingin disampaikan? Silahkan via komentar berikut ini.
EmoticonEmoticon