Tukang Foto kok Bukan Fotografer, Maunya Apa?

Saya itu sebenarnya sudah gak ada niat untuk nulis lagi hari ini setelah publikasi artikel sebelumnya. Tapi tahu-tahu ada ide atau inspirasi baru lagi yang seolah mau tidak mau harus saya selesaikan sesegera mungkin meskipun tanpa adanya urgensi apapun.

Pernah gak suatu waktu anda tidak lagi tertarik untuk melakukan sesuatu, entah karena malas, teralihkan untuk melakukan hal lain dan sebagainya, tapi disisi lain ada ide baru yang kayaknya sayang kalau ditinggalkan begitu saja?

Padahal kalau dipikir-pikir, tidak melakukannya pun tidak rugi-rugi amat. Seperti itulah kondisi saya saat ini.

Terkait dengan apa yang sudah saya posting sebelumnya, salah satu daftar teman saya di Facebook itu bernama Djangkaru Bumi (ini nama asli kan?) (duh, ngaku-ngaku teman tapi ragu dengan nama aslinya) telah menuliskan sebuah komentar di postingan tersebut.

Bukan tentang apa komentarnya. Tapi seolah-olah ada inspirasi baru yang tetiba memerintahkan saya untuk menulis tentang blognya dan siapa pengelolanya. Dan seingat saya, sepertinya saya memang belum pernah menulis hal itu disini dimana seharusnya sudah saya lakukan sejak dulu.

Blog Mas Djangkaru Bumi yang dilabeli dengan tagline "Tukang Photo Bukan Photographer" tersebut menurut saya sangat unik, inspiratif sekaligus horor (baca:misterius).

Foto Djangkaru Bumi
Foto Djangkaru Bumi.

Bukannya apa-apa, kalau udah ada kata Photo dan Photographer, setidaknya pikiran kita akan mengatakan bahwa blog tersebut mungkin akan tidak jauh bedanya dengan situs fotografi lainnya. Mungkin tentang panduan membeli dan menggunakan kamera, efek foto, berhubungan dengan software penyuntingan gambar dan sebagainya.

Ternyata, SALAH! Dan inilah awal atas alasan saya menganggap blog tersebut misterius.

Setahu saya, semenjak mengenal blog tersebut yang sebenarnya sudah bertahun-tahun bahkan sejak saya masih kuliah di Jogja (meskipun jarang komen, maaf!) belum ada satu tulisan pun mengenai topik yang baru saja saya sebutkan tadi.

Mungkin saya keliru karena pasti tidak semua tulisannya sudah saya baca, tapi saya cukup yakin mengenai hal ini.

Apalagi, dipertegas dengan tulisan dimana beliau (eh, cieee belio cuy) pernah menyiratkan bahwa banyak orang yang akan menganggapnya aneh karena sedikit-sedikit motret. Tulisan tersebut bisa anda baca disini.

Jadi yah sederhana saja! Karena mungkin memang hobi moto dalam kondisi apapun dan tidak ada yang aneh mengenai hal tersebut. Misteri pertama akhirnya terpecahkan! Sudah bisalah tidur nyenyak malam ini.

Lalu apa sisi inspiratif dan juga keunikannya? Banyak!

Saya sebenarnya gak mau terlalu muluk-muluk menjelaskan tentang ini. Tapi saya belum punya pilihan lain dan hanya akan fokus pada apa yang paling dominan yang sering saya amati.

Jadi begini.

Kalau penulis atau mungkin beberapa blogger (kayaknya termasuk saya), biasanya menyarankan untuk menulis artikel yang jelas maksudnya, alur tulisannya tertata dengan baik dan bisa dimengerti oleh pembaca dengan mudah. Ini sepertinya sudah jadi pakem dalam dunia menulis secara umum.

Sungguh sangat disayangkan, hal tersebut yang tidak sering saya temui di blog Djangkaru Bumi. Tapi, alih-alih menjadi sebuah kekurangan, ternyata justru menjadi kelebihan tersendiri.

Kalau kadang baca artikelnya, saya itu merasa dibawa kemana-mana. Muter-muter dulu gak jelas. Disini sisi menariknya buat saya. Saat baca sebuah judul artikel, biasanya kan kita sudah sedikit paham mengenai apa kira-kira isinya atau setidaknya menebak-nebak kontennya dimana seringkali tidak jauh dari perkiraan kita sendiri, kan?

Pada tahap ini, saya salah lagi kalau memahaminya seperti itu.

Buktinya, mau "makan dan nongkrong di warteg Sukapura Jakarta Utara" saja (salah satu judul artikel di blog DjangkaruBumi.com), saya harus tahu dulu kalau pengelola blognya masih jomblo, suka keluyuran, dianggap kerja di toko bangunan dan lain sebagainya.
"Menu dan harga makanan wartegnya mana? laper woy!"
Tapi, sudah diputer-puter, masih saja pengen baca lagi dan lagi sampai benar-benar habis dari paragraf awal sampai akhir. Disaat yang sama, saya mendapati diri saya kebingungan namun juga ketagihan bacanya. Anehnya, saya paham mengenai isi ceritanya. "Belajar di dukun mana ini orang?" *Sambil bergumam dengan Hmhmhmhmmm-nya Nissa Sabyan.

Dan hal seperti itu yang belum bisa saya lakukan dalam hal menulis.

Kalau kadang baca artikel situs lain bahkan tulisan saya sendiri yang saya anggap sudah jelas, suka malas sendiri kalau ada basa-basinya, ngalor-ngidul gak jelas. Tapi tidak di blog tersebut!

Ini yang saya anggap unik sekaligus inspiratif. Karena saya ternyata masih bisa mengembangkan kemampuan menulis saya sendiri diluar dari apa yang sudah pernah saya baca dan pelajari mengenai berbagai tips-tips dalam menulis dan menyajikan artikel secara umum.

Dan gaya tulisan seperti contoh diatas tidak hanya saya dapati sekali-dua kali dengan efek "nagih" yang sama atau melebihi sebelumnya. Tapi sering banget.

Bersyukurnya saya, hal tersebut membuat saya berpikir bahwa ternyata masih ada ruang lain untuk belajar dan berkembang lagi. I will keep on learning even more. Ape sih!

Dan juga, update konten blognya itu loh yang kadang belum bisa saya samakan frekuensinya dengan blog ini. Memang benar adanya bahwa antara yang berpengalaman dan yang tidak, jauh banget bedanya dari sisi produktivitas. Apalagi kadang saya masih suka batasi diri untuk hanya menulis A dan bukan B meskipun batasannya sudah sedikit berkurang dibandingkan sebelumnya.

Hal penting dan menarik lainnya juga adalah, bahwa kehidupan seseorang yang dipublikasikan itu, entah orangnya kita kenal secara langsung atau tidak, baik orangnya populer di tv atau di medianya sendiri saja, selalu ada hikmah kehidupan yang bisa kita petik. Terutama sudut pandang yang tak terjamah media arus besar agar kita lebih mengenal apa yang ada di sekitar kita.

Tertarik untuk menjadi Tukang Foto selanjutnya? Publish your stories right away!

Komentar

  1. Absurd amat memang mas djangkara😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Aorlin: Aha! That's it. Saya seharusnya mengeksplor tulisannya juga dari sisi tersebut. Terima kasih. Saya memang masih harus banyak belajar lagi.

      Hapus
  2. Sudah jadi fotografer bang sekarang. Di syahkan google maps. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Mangs Abdul: Astaghfirullah, padahal beberapa hari yang lalu juga sempat lihat foto tentang itu di Facebook-nya. Saya lupa juga. Salam kenal untuk Aorlin dan Mangs Abdul.

      Hapus
  3. Wah jadi tersanjung
    Soal konten memang apa adanya. Tak terlalu terpaku pada pakem bahasa. Yang penting menulis, pastinya pembaca juga memahami dan memaklumi
    Menulis apa yang disenangi dan niatkan ingin membantu mempromosikan usaha orang lain
    Nanti rezeki juga akan mengikuti dengan sendirinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah menggunakan bahasa yang Anda sendiri takjub untuk membacanya! Jika tidak, ya terserah Anda saja sih.

Postingan populer dari blog ini