Statistik Kunjungan 'Palsu' Pada Dashboard Blogger

Blogger mana yang tidak mau jika jumlah tayangan halaman blognya bisa mencapai ribuan selama sebulan? Kalau saya sih mau-mau saja jika itu benar adanya. Apalagi untuk blog ala-kadarnya seperti ini yang jumlah pageview bisa sampai 20-an saja per hari sudah senang banget.

Tapi bagaimana jadinya jika tampilan ribuan tersebut ternyata palsu belaka dan bukan yang sebenarnya?

Kita tahu bersama bahwa ketika login ke akun Blogger.com, akan kita jumpai fitur atau menu Statistik yang menampilkan jumlah penayangan atas halaman blog kita sendiri. Kita bisa tahu berapa banyak jumlah tayangan hari ini, kemarin, bulan lalu dan juga histori penyangan sepanjang waktu pada bagian Ikhtisar.

Jadi saya itu mau cerita begini...

Saat saya menampilkan ikhtisar penayangan bulanan, cukup kaget juga dengan grafik yang ditampilkan mulai dari 16 Maret hingga 14 April 2020 ini. Ya gak gimana-gimana sih. Seperti yang saya bilang tadi, 20 tayangan halaman harian saja saya sudah senang, bagaimana jika lebih dari itu?

Grafik statistik menampilkan bahwa tanggal 3 April yang lalu, jumlah tayangan menukik tajam seperti ekonomi yang meroket dimana ada peningkatan ratusan persen yaitu sebanyak  791 penayangan dan itu sangat-sangat lebih dari biasanya.

Jumlah penayangan palsu blog

Minimalis banget ya jumlah penayangan di blog saya yang ini? Hihihi.

Sejak dulu, saya sebenarnya tidak pernah mau mengukur jumlah tayangan apalagi trafik kunjungan menggunakan fitur Statistik ala Blogger ini. Sebab sudahlah tidak lengkap, akurasinya juga memang wajib dipertanyakan.

Cukup hanya sebagai tampilan (preview) singkat saja yang tidak berarti apa-apa.

Oleh karena itu, saya lebih percayakan saja urusan analisa trafik terutama jumlah pengunjung dan pageview menggunakan Google Analytics yang saya gunakan pada blog ini dengan memasang kodenya. Bisa juga menggunakan Histats dan lain sebagainya.

Dan benar saja. Karena saya memang dari awal sudah tidak percaya dengan jumlah penayangan palsu seperti gambar diatas, mau tidak mau harus buka lagi Google Analytics dan menganalisa pada serial waktu menukiknya jumlah tayangan yang saya dapatkan (3 April 2020).

Berikut screenshotnya di Google Analytics, sayang.

Pembuktian statistik blog menggunakan Google Analytics
Berdasarkan data dari Google Analytics, pada tanggal 3 April blog ini bahkan tidak ada pengunjungnya sama sekali.

Lalu bagaimana mungkin saya percaya bahwa ada 791 jumlah penayangan seperti pada gambar tangkapan layar yang pertama?

Bahkan data dari Google Analytics mulai dari 16 Maret - 14 April, jika saya jumlahkan antara jumlah pengguna dan juga jumlah tayangan halaman, tetap saja 100 pun gak nyampe. Lah terus 791 tayangan dalam sehari saja asalnya dari mana, Baginda?

Apa pentingnya data ini untuk para hadirin sekalian?

Informasi mengenai statistik penayangan palsu ini sangat penting terutama untuk 2 kalangan, yaitu:
  1. Blogger dalam melakukan audit trafik agar pengelolaan dan strategi pengembangan blognya tidak menggunakan data yang salah.
  2. Pebisnis online yang sedang merencanakan untuk berkolaborasi dengan blogger agar tidak terjebak dengan statistik palsu yang terlihat menggiurkan namun ternyata NOL besar.
Terus terang, banyak blogger yang menampilkan SS trafik menggunakan grafik statistik Blogger seperti gambar pertama diatas pada grup-grup Facebook dengan pengikut puluhan ribu hingga ratusan ribu anggota yang kadang tidak mau peduli untuk menampilkan trafik dari alat analisis lain seperti Histats atau Google Analytics yang mereka gunakan.

Atau jangan-jangan mereka gak tahu bahwa Statistik semacam itu memang tidak akurat datanya? Entah.

Namun jika anda adalah pebisnis online, baiknya menanyakan bagaimana trafiknya di Google Analytics atau semacamnya.

Sebab apa?

Entah itu berkolaborasi dalam bentuk post placement, beli backlink dengan harapan mendapatkan trafik dimana link tersebut ditempatkan akan diklik pengunjung, anda rugi jika menganggap sumber trafiknya besar yang sebenarnya bisa jadi sangat sedikit.

Yang ingin saya katakan adalah, anda sebagai pebisnis digital sangat pantas untuk disajikan tampilan trafik dari penggunaan tool yang datanya lebih akurat dibanding sreenshot trafik dari dashboard Blogger sebagaimana yang saya sajikan dalam tulisan ini.

Sebab anda sudah berusaha keras untuk mengumpulkan uang untuk membayar para blogger ketika melakukan kerjasama.

Maaf-maaf saja buat para blogger yang merasa bahwa "rahasianya" seolah dibongkar jika saya menginformasikan ini. Tidak ada niatan lain dari saya selain agar kita sama-sama transparan dalam penyajian data pada klien.

Apalagi, toh informasi ini hanyalah pengetahuan dasar saja dalam dunia blogging. Tidak ada yang baru dan bukan pula sesuatu yang luar biasa. Tapi tetap saja ada kemungkinan bahwa banyak yang tidak mengetahui hal ini.

Baca juga: Contoh Blogger Gagal Itu, Ya Saya Ini!

Data yang saya tampilkan diatas hanya bulan Maret dan April tahun 2020 saja. Sedangkan ditampilkannya Statistik palsu sebagaimana yang saya jelaskan ini berlangsung hampir setiap hari sepanjang tahun.

Jadi ya, ayolah sama-sama kita transparan dan melakukan langkah yang lebih bertanggung jawab dalam penyajian data trafik yang lebih akurat menggunakan tool yang lebih baik seperti Google Analitics. Bukan hanya tampilan Ikhtisar Statistik pada dashboard Blogger saja.

Bagaimana?

Komentar

  1. Soalnya statistik di blogger menghitung semua kunjungan, termasuk dari BOT Mas. Sementara di GA, bot tidak dihitung.

    Saya pernah mendapatkan kunjungan dari Israel atau negeri lain sampai ribuan kali. Biasanya saya hanya melihat asal trafik dan kalau bukan dari Indoensia, sudah pasti Bot..

    GA lebih akurat dalam hal ini, cuma harus diset supaya tidak menghitung tayangan dari admin blognya sendiri

    BalasHapus
  2. Wah, berarti statistik blogku palus semua ini jangan-jangan... cuma aku sendiri yang berkunjung, hiks.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ada yang ingin disampaikan? Silahkan via komentar berikut ini.

Baca juga:

Tukang Foto kok Bukan Fotografer, Maunya Apa?